Macam-macam Metode Pembelajaran

Semester ini aq ambil mata kuliah seminar. Ribetnya bukan main euy. Dari rebutan judul sampai rebutan dosen pembimbing , maklum jurusan baru dosennnya baru sedikit. Karena judul seminar yang diharuskan untuk diajukan mengenai metode pembelajaran maka makin sempitlah kesempatan aq untuk mendapat judul yang mudah. Akhirnya aq mengadu kepada google untuk dicarikan beberapa metode pembelajaran . akhirnya dapat juga . ini dia hasilnya beberapa macam metode pembelajaran.

(lagi…)

Diterbitkan di:  on Desember 22, 2008 at 4:10 am Komentar (21)
Tags:

Mengembalikan file yang di superhidden sama virus

Virus komputer sekarang ini ternyata suka ngumpetin file orang euy. Akhir-akhir ini guru-guru dan siswa di SMA labschool Bandung tempat aq melaksanakan PLP(Program Latihan Profesi) kalang kabut gara-gara data yang ada flasdisknya “hilang” . Setelah aq lihat dan sedikit analisis akhirnya ada kesimpulan bahwa data yang diflashdisk ga hilang. Mereka (data-data) hanya “diculik” lalu “diumpetin” (disuper hidden) sama virus . hal ini dapat disimpulkan begitu karena setelah kita lihat propertis flasdisk ternyata kapasitas flashdisk menunjukan data masih ada.

(lagi…)

Diterbitkan di:  on at 3:27 am Komentar (1)
Tags: , ,

Mulai Kursus Musik

Pada suatu hari Nasrudin mendengar ada seorang muda yang bisa bermain musik dengan amat bagus. Ia pun tertarik untuk belajar musik.

Keesokan harinya, ia pergi ke kota dan menemui guru musik kenamaan. “Tuan, saya ingin belajar musik, berapa bayarannya?”

Guru itu sejenak melihat wajahnya, sebelum akhirnya menjawab, “Murid-muridku membayar tiga dirham untuk bulan pertama, dan kemudian untuk tiap bulan berikutnya membayar satu dirham. Nasrudin berpikir sejenak dan kemudian berkata,

“Baiklah,” katanya, “Saya akan mulai kursus pada bulan kedua saja.”

Diterbitkan di:  on Desember 11, 2008 at 7:59 am Tinggalkan sebuah Komentar
Tags: ,

Dibawa Sekalian Saja

Nasruddin pernah bekerja pada seorang yang sangat kaya, tetapi seperti biasanya ia mendapatkan kesulitan dalam pekerjaannya.

Pada suatu hari orang kaya itu memanggilnya, katanya, “Nashruddin kemarilah kau. Kau ini baik, tetapi lamban sekali. Kau ini tidak pernah mengerjakan satu pekerjaan selesai sekaligus. Kalau kau kusuruh beli tiga butir telur, kau tidak membelinya sekaligus. Kau pergi ke warung, kemudian kembali membawa satu telur, kemudian pergi lagi, balik lagi membawa satu telur lagi, dan seterusnya, sehingga untuk beli tiga telur kamu pergi tiga kali ke warung.”

Nashruddin menjawab, “Maaf, Tuan, saya memang salah. Saya tidak akan mengerjakan hal serupa itu sekali lagi. Saya akan mengerjakan sekaligus saja nanti supaya cepat beres.”

Beberapa waktu kemudian majikan Nashruddin itu jatuh sakit dan iapun menyuruh Nashruddin pergi memanggil dokter. Tak lama kemudian Nashruddin pun kembali, ternyata ia tidak hanya membawa dokter, tetapi juga bebarapa orang lain. Ia masuk ke kamar orang kaya itu yang sedang berbaring di ranjang, katanya, “Dokter sudah datang, Tuan, dan yang lain-lain sudah datang juga.” (lagi…)

Diterbitkan di:  on at 7:44 am Tinggalkan sebuah Komentar
Tags:

Tidak Ada Pencuri

Suatu hari Nasrudin kecil ditinggal ibunya untuk pergi ke rumah Ibu RT. Sebelum pergi ibunya berkata kepada Nasrudin, “Nasrudin, kalau kamu sedang sendirian di rumah, kamu harus selalu mengawasi pintu rumah dengan penuh kewaspadaan. Jangan biarkan seorang pun yang tidak kamu kenal masuk ke dalam rumah karena bisa saja mereka itu ternyata pencuri!”

Nasrudin memutuskan untuk duduk di samping pintu. Satu jam kemudian pamannya datang. “Mana ibumu?” tanya pamannya.

“Oh, Ibu sedang pergi ke pasar,” jawab Nasrudin.

“Keluargaku akan datang ke sini sore ini. Pergi dan katakan kepada Ibumu jangan pergi ke mana-mana sore ini!” kata pamannya.

Begitu pamannya pergi Nasrudin mulai berpikir, “Ibu menyuruh aku untuk mengawasi pintu. Sedangkan Paman menyuruhku pergi untuk mencari Ibu dan bilang kepada Ibu kalau keluarga Paman akan datang sore ini.”

Setelah bingung memikirkan jalan keluarnya, Nasrudin akhirnya membuat satu keputusan. Dia melepaskan pintu dari engselnya, menggotongnya sambil pergi mencari ibunya.

Diterbitkan di:  on at 7:27 am Tinggalkan sebuah Komentar
Tags:

Belum Pernah Melihat Orang Tolol

Nasrudin membawa serantang makanan dari pasar. Karena kurang hati-hati, rantang itu jatuh dan isinya tumpah berantakan. Segara saja datang orang-orang berkerumun.

“Hai para tolol,” teriak Nasrudin sambil memungut rantang-rantangnya, “Apa kalian belum pernah melihat orang tolol?”

Diterbitkan di:  on at 6:38 am Tinggalkan sebuah Komentar
Tags:

Nyebarin Roti Biar Macan Gak Datang

Nasrudin lagi sibuk nyebarin serpihan serpihan roti di sekeliling rumahnya.

“Eh, lagi ngapain loe?” tanya seseorang
“Oh, ini biar macan pada gak datang ke mari.”
“Lho, tapi kan gak ada macan di daerah sini.”
“Tuh kan. Gue bilang juga ape.. beneran berhasil, kan?”

Diterbitkan di:  on at 6:35 am Tinggalkan sebuah Komentar
Tags:

Doa untuk si Mayit

Dalam perjalanannya menuju mesjid, Iring-iringan jenazah melewati seorang badui. Pemandangan ini membuat si badui merenung sejenak.
“Aku akan ikut sholatkan jenazah itu agar bila aku mati nanti orang juga tak segan menyolatkan aku,” pikir si badui. Ia lalu mengikuti iringan jenazah itu memasuki mesjid. Setelah menyolatkan, ia kembali mengurus kerjaannya.
Malam harinya sang imam mimpi bertemu dengan si mayit. Ia tampak sangat bahagia.
“Bagaimana keadaanmu,” tanya sang imam.
“Alhamdulillah, Allah telah mengampuni dosa-dosaku berkat doa si badui.”
Keesokan harinya sang imam mencari si Badui. Setelah bertemu, ia bertanya, “Doa apa yang kau baca sewaktu sholat jenazah kemarin.”
“Aku tidak membaca apa-apa,” kata si Badui.
“Semalam aku mimpi bertemu dengan mayit yang kita sholatkan kemarin. Ia bercerita bahwa Allah telah mengampuni dosa-dosanya berkat doamu.”
“Aku tidak berdoa apa-apa. Aku hanya berkata: Ya Alloh, sekarang ia adalah tamu-Mu. Kalau tamuku, tentu akan kusembelihkan seekor kambing.”

Diterbitkan di:  on at 6:19 am Tinggalkan sebuah Komentar
Tags:

Teka-teki Imam Al-Ghazali

Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya, lalu beliau bertanya ( Teka Teki ) :

Imam Ghazali: “Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?”
Murid 1: “Orang tua”
Murid 2: “Guru”
Murid 3: “Teman”
Murid 4: “Kaum kerabat”
Imam Ghazali: “Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati (Surah Ali-Imran :185).

Imam Ghazali: “Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?”
Murid 1: ” Negeri Cina “
Murid 2: “Bulan”
Murid 3: “Matahari”
Murid 4: “Bintang-bintang”
Iman Ghazali: “Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama”.

Iman Ghazali: “Apa yang paling besar didunia ini ?”
Murid 1: “Gunung”
Murid 2: “Matahari”
Murid 3: “Bumi”
Imam Ghazali: “Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A”raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.”

Imam Ghazali: “Apa yang paling berat didunia?”
Murid 1: “Baja”
Murid 2: “Besi”
Murid 3: “Gajah”
Imam Ghazali: “Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka karena gagal memegang amanah.”

Imam Ghazali: “Apa yang paling ringan di dunia ini ?”
Murid 1: “Kapas”
Murid 2: “Angin “
Murid 3: “Debu”
Murid 4: “Daun-daun”
Imam Ghazali: “Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SHALAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan shalat “

Imam Ghazali: “Apa yang paling tajam sekali didunia ini ?”
Murid- Murid dengan serentak menjawab: ” Pedang “
Imam Ghazali: ” Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasan saudaranya sendiri.

Diterbitkan di:  on at 6:17 am Tinggalkan sebuah Komentar
Tags:

Sufi Menjual Kambing

Suatu malam seorang ulama Sufi bermimpi bahwa ia sedang menjual seekor kambing yang gemuk.

“Berapa harga kambing ini ?” tanya seorang calon pembeli.

“Dua belas dinar.” kata sang sufi.

“Tujuh dinar.”

“Tidak boleh.”

“Delapan dinar.”

“Tidak boleh.”

Ketika tawaran mencapai sembilan dinar, sang sufi terbangun dari tidurnya. Ia membuka kelopak matanya dan mengusapnya. Tak seekor kambingpun ia lihat. Pun tak ada calon pembeli. Cepat-cepat ia memejamkan matanya lagi sambil berkata.

“Kalau begitu, baiklah, sembilan dinar boleh kamu ambil.”

Susu dan Garam

Nasrudin dan Ali merasa haus, mereka pergi ke sebuah warung untuk minum. Karena uang mereka hanya cukup untuk membeli segelas susu maka Mereka memutuskan membagi segelas susu untuk berdua.

Ali : “kamu minum dulu setengah gelas,Karena aku hanya punya gula yang hanya cukup untuk satu orang. Aku akan menuangkan gula ini ke dalam susu bagianku.”

Nasrudin : “Tuangkan saja sekarang dan aku akan minum setengahnya.”
Ali : “Aku tidak mau. Sudah kukatakan, gula ini hanya cukup membuat manis setengah gelas susu”

akhirnya Nasrudin pergi ke pemilik warung dan kembali dengan sekantung garam.

Nasrudin : “Ada berita baik. Seperti telah kita setujui, aku akan minum susu ini lebih dulu. Aku akan minum bagianku dengan garam ini.”

Diterbitkan di:  on at 6:14 am Tinggalkan sebuah Komentar
Tags: